Memahami COGS agar Bisnis Bisa Mengukur Laba dengan Lebih Akurat
COGS dalam Bisnis: Pengertian, Rumus, dan Strategi Mengelolanya
Menjalankan bisnis tidak selalu soal meningkatkan penjualan, namun juga memahami perhitungan biaya yang nantinya akan dikeluarkan untuk menghasilkan produk atau jasa. Banyak pemilik usaha yang fokus pada omzet, tetapi kurang memperhatikan biaya produksi yang sebenarnya.
Padahal, mengetahui besarnya biaya produksi dapat membantu kamu dalam menentukan harga jual yang tepat, mengukur keuntungan secara akurat, hingga menyusun strategi bisnis yang lebih efektif. Salah satu indikator yang sering digunakan untuk tujuan tersebut adalah COGS.
Lalu, apa sebenarnya COGS dan mengapa angka ini selalu muncul dalam laporan keuangan perusahaan? Berikut penjelasannya.
image by Magnific
Mengenal Apa Itu COGS
COGS merupakan singkatan dari Cost of Goods Sold atau harga pokok penjualan. Istilah ini mengacu pada seluruh biaya langsung yang dikeluarkan perusahaan untuk memproduksi barang yang berhasil terjual dalam periode tertentu.
Biaya langsung yang dimaksud meliputi bahan baku, tenaga kerja yang terlibat dalam proses produksi, serta biaya operasional yang berkaitan langsung dengan pembuatan produk.
Sebagai contoh, sebuah usaha roti memproduksi 1.000 roti dalam satu bulan. Untuk membuat roti tersebut, dibutuhkan tepung, gula, mentega, dan biaya tenaga kerja pembuat roti. Seluruh pengeluaran tersebut akan masuk ke dalam perhitungan COGS.
Sementara itu, biaya pemasaran, biaya sewa kantor administrasi, atau gaji staf keuangan tidak termasuk dalam COGS karena tidak berkaitan langsung dengan proses produksi.
Komponen yang Menyusun COGS
Agar perhitungannya tepat, kamu perlu memahami unsur-unsur yang membentuk COGS. Berikut beberapa komponen utamanya.
1. Persediaan Awal
Persediaan awal merupakan nilai stok barang yang masih tersedia pada awal periode akuntansi. Nilai ini menjadi dasar dalam menghitung total barang yang siap dijual.
2. Pembelian Selama Periode Berjalan
Komponen ini mencakup pembelian bahan baku atau produk tambahan yang dilakukan selama periode tertentu.
Misalnya, pemilik usaha konveksi membeli kain senilai Rp20 juta untuk memenuhi permintaan pelanggan. Nilai tersebut akan dimasukkan ke dalam perhitungan COGS.
3. Persediaan Akhir
Persediaan akhir adalah stok barang yang belum terjual hingga akhir periode. Karena belum menghasilkan pendapatan, nilai persediaan ini akan dikurangi dari total biaya yang tersedia.
Rumus Menghitung COGS
Perhitungan COGS sebenarnya cukup sederhana. Rumus yang digunakan adalah:
COGS = Persediaan Awal + Pembelian Bersih - Persediaan Akhir
Agar lebih mudah dipahami, perhatikan contoh berikut.
Sebuah toko elektronik memiliki persediaan awal senilai Rp50 juta. Selama satu bulan, toko tersebut membeli barang tambahan sebesar Rp30 juta. Di akhir bulan, masih terdapat persediaan senilai Rp15 juta.
Maka perhitungannya adalah:
COGS = Rp50 juta + Rp30 juta - Rp15 juta
COGS = Rp65 juta
Artinya, biaya langsung yang dikeluarkan untuk barang yang berhasil terjual selama periode tersebut adalah Rp65 juta.
Dampak COGS terhadap Kondisi Keuangan Bisnis
Setelah mengetahui cara menghitungnya, penting juga memahami bagaimana COGS memengaruhi kesehatan finansial usaha.
1. Menentukan Besarnya Laba Kotor
Laba kotor diperoleh dari pendapatan penjualan yang dikurangi COGS.
Sebagai ilustrasi, jika penjualan mencapai Rp100 juta dan COGS sebesar Rp65 juta, maka laba kotor yang diperoleh adalah Rp35 juta.
Semakin rendah nilai COGS dibandingkan pendapatan, semakin besar potensi keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan.
2. Membantu Menetapkan Harga Jual
Menentukan harga produk tanpa menghitung biaya produksi berisiko membuat bisnis mengalami kerugian.
Dengan mengetahui COGS, kamu dapat menetapkan harga jual yang tetap kompetitif sekaligus memberikan margin keuntungan yang sehat.
3. Menjadi Acuan Efisiensi Operasional
Nilai COGS yang terus meningkat dapat menjadi sinyal adanya pemborosan bahan baku, kenaikan harga pemasok, atau proses produksi yang belum optimal.
Melalui evaluasi rutin, perusahaan bisa mencari alternatif pemasok, memperbaiki sistem produksi, atau mengurangi biaya yang tidak diperlukan.
Cara Mengelola COGS agar Tetap Terkendali
Mengurangi COGS bukan berarti menurunkan kualitas produk. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga biaya tetap efisien.
Pertama, lakukan pencatatan persediaan secara berkala agar jumlah stok selalu akurat.
Kedua, bangun hubungan yang baik dengan pemasok untuk mendapatkan harga bahan baku yang lebih kompetitif.
Ketiga, manfaatkan teknologi seperti aplikasi kasir atau software akuntansi untuk memantau biaya produksi dan persediaan secara real time.
Terakhir, evaluasi proses produksi secara berkala guna menemukan tahapan yang masih dapat dioptimalkan.
Butuh Modal Usaha? Ke Raja Gadai!
COGS adalah indikator penting yang menunjukkan besarnya biaya langsung dalam menghasilkan barang yang terjual. Dengan memahami komponen, rumus, dan cara mengelolanya, kamu dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai keuntungan bisnis sekaligus mengambil keputusan yang lebih tepat.
Jika bisnis sedang membutuhkan tambahan dana untuk pembelian bahan baku, pengembangan usaha, atau kebutuhan mendesak lainnya, Raja Gadai bisa menjadi solusi yang praktis dengan menggadaikan barang elektronik. Proses pengajuan cepat, persyaratan mudah, dan tersedia berbagai pilihan layanan gadai yang dapat disesuaikan dengan kebutuhanmu. Dengan dukungan pendanaan yang tepat, pengelolaan bisnis pun bisa berjalan lebih lancar. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor (021) 3895 0178 atau kunjungi website resmi Raja Gadai dengan klik link ini.